Berita

Breaking News

Pemerintah Desa Mampir Canangkan Desa Siaga TBC, Siap Jadi Percontohan di Kecamatan Cileungsi

Dok.foto : Istimewa/suarapubliktvnews.

BOGOR,–Pemerintah Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, menggelar kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Desa Mampir Siaga TBC sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat dalam penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC), belum lama ini.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Mampir Asep Supini, Perwakilan tenaga kesehatan (Nakes),Ketua BPD, Ketua Karang Taruna, anggota PKK, LPM, para Kepala Dusun (Kadus), Ketua RT/RW, serta unsur masyarakat lainnya.

Dok.foto : Asep Supini Kepala Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Mampir Asep Supini menyampaikan bahwa kegiatan ini juga dirangkaikan dengan agenda minggon desa untuk evaluasi pembangunan dan pelayanan masyarakat.

“Alhamdulillah tadi kegiatan minggon untuk evaluasi, sekaligus ada program pemerintah pusat mengenai Desa Siaga TBC. Alhamdulillah kita sudah membentuk petugas siaganya,” ujar Asep Supini.

Ia menjelaskan, di Kecamatan Cileungsi terdapat tiga desa yang ditunjuk sebagai desa percontohan siaga TBC, dan Desa Mampir menjadi salah satunya.

“Mudah-mudahan di Desa Mampir kita bisa mendeteksi, mengobati, dan menyembuhkan. Ini penyakit menular dan berbahaya. Semoga dari Desa Mampir bisa menjadi contoh untuk desa-desa lain,” jelasnya.

Asep Supini juga menyoroti masih adanya stigma di masyarakat terkait penyakit TBC, mulai dari rasa malu hingga kekhawatiran terhadap biaya pengobatan yang relatif panjang.

“Banyak masyarakat takut berobat karena pengobatan TBC itu enam bulan dan harus rutin. Padahal obatnya gratis. Yang penting disiplin dan didukung dengan gizi yang baik,” katanya.

Menurutnya, pengobatan TBC tidak hanya fokus pada membunuh bakteri, tetapi juga membutuhkan pemulihan kondisi tubuh dan paru-paru melalui asupan gizi dan suplemen. Karena itu, pihak desa bersinergi dengan Puskesmas dan tenaga kesehatan.

Untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan, Pemerintah Desa Mampir telah menyiapkan strategi sosialisasi yang masif hingga ke tingkat dusun.

“Kita punya lima kadus, ke depan akan kita lakukan sosialisasi di lima titik. Di pengajian, tempat masyarakat berkumpul, kita sampaikan ciri-ciri TBC dan bahayanya,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemeriksaan dahak bagi warga yang sering sakit dilakukan secara gratis.

“Tidak dipungut biaya. Dahak diambil, diuji laboratorium. Jika positif, akan kita santuni, kita bantu pengobatan, pengambilan obat, dan kita pantau sampai enam bulan sampai sembuh. Insya Allah bantuan makanan bergizi juga kita siapkan,” tegasnya.

Dengan program Desa Siaga TBC ini, Pemerintah Desa Mampir berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, menekan angka penularan, serta menghapus stigma terhadap penderita TBC demi terciptanya masyarakat yang sehat dan produktif.


(Red)

© Copyright 2022 - suarapubliktvnews.com