![]() |
| Dok.foto : Istimewa/suarapubliktvnews |
BEKASI,–Dugaan praktik penimbunan solar bersubsidi di sebuah gudang di Jalan Sasak Cempling, Jatikarya, Jatisampurna terus bergulir dan kini memasuki fase yang lebih serius: isu keterlibatan oknum tertentu kian menguat di masyarakat.
Penelusuran lanjutan menemukan bahwa aktivitas di gudang tersebut masih berjalan normal, bahkan setelah pemberitaan sebelumnya mencuat. Mobil modifikasi yang diduga mengangkut solar subsidi disebut masih sering keluar masuk dengan pola yang teratur.
Warga sekitar makin berani berbicara. Mereka menyebut bahwa keberanian aktivitas gudang tersebut tidak lepas dari dugaan adanya “bekingan” oknum tertentu.
“Kalau tidak ada oknum yang terlibat, mana mungkin aktivitas kayak begini bisa aman-amannya. Sudah lama banget jalan.”ujarnya.
Nama seorang berinisial MNR, yang disebut-sebut oleh warga sebagai oknum aparat dari TNI, kembali muncul dalam percakapan warga. Namun, informasi tersebut belum mendapat verifikasi resmi dan masih menunggu klarifikasi dari institusi yang berwenang.
Warga menilai pola aktivitas di gudang tersebut berbeda dari lokasi ilegal biasa lebih rapi, lebih tenang, dan seolah tidak takut dipantau.
“Yang main bukan orang kecil. Kalau orang kecil pasti udah habis dari dulu,” ujar warga lain yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Dalam pemantauan lanjutan, awak media kembali melihat tanda-tanda aktivitas:
Kendaraan pribadi yang diduga telah dimodifikasi dengan IBC tank Pergerakan kendaraan yang terkoordinasi. Aktivitas yang muncul di jam-jam sepi
Warga menyebut pola ini sama seperti sebelum kasus mencuat. “Tidak ada yang berubah,” kata warga.
Hal ini membuat publik bertanya-tanya, Apakah aktivitas ini benar-benar belum diketahui oleh aparat, ataukah ada pihak yang diduga ikut melindungi?
Aktivis pemerhati sosial, Johner Simanjuntak, menilai bahwa indikasi keterlibatan oknum harus menjadi fokus utama penyelidikan.
“Kalau benar ada oknum aparat yang bermain dalam penimbunan solar, ini bukan hanya soal pidana. Ini soal integritas institusi. Tidak boleh dibiarkan,” tegas Johner.
Ia menekankan bahwa dugaan keterlibatan oknum harus diproses secara transparan dan tidak boleh berhenti pada penangkapan tingkat bawah.
“Kalau pelaku lapangan ditangkap tapi oknum yang membekingi tidak disentuh, sama saja bohong,” ujarnya.
Masyarakat meminta penyelidikan dilakukan menyeluruh, mulai dari siapa pemilik gudang,asal solar,kendaraan pengangkut,alur distribusi,dan siapa oknum yang diduga berada di belakang operasi.
Warga menilai keberanian pelaku menunjukkan adanya dukungan atau keleluasaan dari seseorang yang mereka sebut “bukan orang sembarangan”.
(Red)

Social Header
Berita