Berita

Breaking News

Gelombang Protes Netizen Meningkat : Warga Soroti Kerusakan Lingkungan,Jalan Rusak & Minimnya Penegakan Hukum

 

Dok.foto : Istimewa/suarapubliktvnews 


BOGOR,-Terkait aktivitas pertambangan yang masih beroperasi di wilayah Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, kian memanas. Tidak hanya warga setempat yang mengeluhkan dampak lingkungan, tetapi gelombang komentar dari netizen di TikTok juga semakin deras, menandakan besarnya perhatian masyarakat terhadap aktivitas tambang yang diduga belum sepenuhnya tertib administrasi.

Dalam pengamatan awak media, ratusan komentar bermunculan, menggambarkan keresahan yang semakin meluas. Banyak dari mereka menilai bahwa kerusakan lingkungan dan lalu lintas truk tambang yang padat terjadi akibat lemahnya pengawasan serta dugaan pembiaran terhadap aktivitas yang berpotensi melanggar aturan.

Salah satu netizen berinisial S.S. menuliskan, “Banyak suap hanya dinikmati pejabat terkait. Rakyat tidak dipedulikan. Kalau merata, rakyat nggak bakal teriak kalau nggak adil, tutup saja.”

Komentar tersebut menggambarkan rasa frustrasi masyarakat terhadap dugaan ketimpangan penegakan aturan.

Netizen lain, B.O., mengungkapkan bahwa tanpa penindakan tegas, pelaku tambang liar akan terus beroperasi. Ia menulis, “Tanpa adanya penegasan hukum untuk memberi efek jera, pelaku akan terus merajalela. Pemberhentian hanya sesaat, besok lusa mereka muncul lagi. Berikan sanksi tegas karena ini merugikan negara dan warga.”

Keluhan soal aktivitas truk tambang juga menjadi sorotan. Akun A.S. menulis, “Di Cileungsi–Klapanunggal itu banyak tambang ilegal. Truk tambang 24 jam lewat. Sudah banyak korban jiwa karena truk tambang. Malam hari mereka ugal-ugalan.”

Selain itu, dampak terhadap infrastruktur juga menjadi perhatian publik. Netizen R.E. berkomentar, “Jalan sudah bagus jadi hancur karena truk batu kapur lewat membawa muatan lebih.”

Keresahan warga mengenai kondisi lingkungan juga terdengar dari komentar H.M., “Merugikan bertahun-tahun tapi tidak ada tindakan, percuma.”

Sementara I.A., yang mengaku tinggal di daerah tersebut, menuliskan, “Udah muak sama yang nambang. Jalan kampung jadi jeblog, rumah goyang kalau truk lewat, nggak berhenti-berhenti.”

Sebagian netizen juga menyoroti dugaan adanya keterlibatan oknum tertentu. Akun E.W. menulis, “Ada orang dalam. Biasanya izin dari kecamatan atau desa, coba cek.”

Desakan agar pemerintah turun tangan semakin kuat. Akun M.P. memberi pernyataan tegas, “Kalau terbukti tidak ada izin lengkap dan merusak lahan Perhutani, tangkap semua pelaku dan hukum berat.”

Dari berbagai komentar, jelas terlihat bahwa isu ini bukan sekadar perdebatan soal izin, tetapi sudah menyentuh aspek sosial, keselamatan warga, hingga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum. Kondisi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat menunggu langkah nyata dari pemerintah Kabupaten Bogor, aparat penegak hukum, hingga instansi kehutanan untuk memberikan kepastian hukum atas aktivitas tambang di wilayah tersebut.(Red)


Bersambung…


© Copyright 2022 - suarapubliktvnews.com