Berita

Breaking News

Pengurugan Tanah Di Cileungsi Telan 4 Korban! Jalan Licin Akibat Ceceran Tanah,Warga Minta Penegakan Hukum

 

Dok.foto :Pengendara motor Pasutri dan Korban lainnya yang jatuh akibat jalan licin di depan lokasi proyek urugan tanah di jl.cikuda Wanaherang -Cileungsi.(Istimewa/suarapubliktvnews).


CILEUNGSI|BOGOR,-Aktivitas proyek urugan di wilayah Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor kembali menuai kecaman keras dari masyarakat. Bukan hanya membuat lingkungan kotor, proyek tersebut kini menimbulkan korban luka. Empat pengendara motor dilaporkan terjatuh pada Selasa (25/11/25) akibat jalan yang licin karena tumpahan tanah basah dari truk pengangkut urugan.

Menurut informasi warga dan saksi di lokasi, truk pengangkut tanah merah rutin melintas dan menjatuhkan material tanah ke sepanjang jalan menuju lokasi proyek. Saat hujan, material yang berserakan berubah menjadi lumpur licin hingga membuat pengendara kehilangan kendali.

Dua dari empat korban adalah pasangan suami-istri, Tirah dan Jimi Jamaludin, warga Kampung Elok, Cileungsi. Keduanya mengalami luka di sekujur tubuh setelah motor mereka tergelincir keras.

Menurut sumber korban yang ditemui wartawan, kondisi jalan saat itu sangat licin karena banyak tanah basah dari proyek urugan yang terbawa air hujan.

“Ban langsung selip, motor nggak bisa dikendalikan. Jalan penuh lumpur. Kami jatuh dan terseret,” ujar korban melalui keluarganya kepada wartawan.

Pasutri tersebut langsung dilarikan ke Klinik PKO Muhammadiyah Cileungsi untuk penanganan medis. Dua korban lainnya, juga warga Cileungsi, dibawa ke klinik terdekat.

Keresahan warga semakin memuncak. Mereka mengaku kejadian jatuhnya pengendara bukan hal baru sejak proyek mulai berjalan.

“Ini bukan sekali dua kali. Sudah sering motor jatuh, apalagi kalau hujan. Tanah dari truk itu berantakan ke jalan, licin banget,” ujar seorang warga.

Selain menyebabkan kecelakaan, warga juga mengeluhkan kemacetan akibat truk-truk besar yang berhenti dan parkir di pinggir jalan.

“Selain bahaya, jalan jadi macet. Kami capek menghadapi dampak proyek ini setiap hari,” tambahnya.

Keempat korban yang terjatuh kini menuntut pertanggungjawaban pihak perusahaan urugan, terutama untuk biaya pengobatan serta jaminan keselamatan di lokasi.

“Kami minta pihak perusahaan bertanggung jawab. Jalan itu dilalui masyarakat, bukan hanya kendaraan proyek,” tegas keluarga korban.

Masyarakat Cileungsi meminta tindakan tegas dari aparat penegak hukum dan dinas terkait. Mereka menilai perusahaan pengurugan telah abai terhadap dampak lingkungan dan keselamatan publik.

“Jangan tutup mata. Sudah makan korban. Kami minta aparat hukum segera bertindak,” ujar warga.

Pertanyaan soal legalitas proyek mulai dari izin lingkungan hingga izin cut and fill juga semakin mencuat karena dampak yang ditimbulkan sudah merugikan publik.


(Red)


© Copyright 2022 - suarapubliktvnews.com