![]() |
| Dok.foto : Teddy selaku perwakilan proyek bersama korban Pasutri memberikan bantuan pengobatan dan uang kerohiman sebagai bentuk tanggung jawab. |
CILEUNGSI,–Pihak pengelola proyek urugan tanah merah di wilayah Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, akhirnya memberikan bantuan pengobatan dan uang kerohiman kepada para korban kecelakaan yang sebelumnya terjatuh akibat jalan licin imbas ceceran tanah dari aktivitas proyek tersebut.
Penyerahan bantuan itu dilakukan pada Selasa (25/11/25), dengan dihadiri Teddy perwakilan perusahaan proyek urugan, perwakilan korban, serta tokoh masyarakat setempat.
Pihak perusahaan memberikan bantuan biaya pengobatan kepada empat pengendara motor yang mengalami luka-luka. Bagas,Tiara dan termasuk pasangan suami istri Tirah dan Jimi Jamaludin, warga Kampung Elok Cileungsi, yang sebelumnya terjatuh dan mengalami luka di sekujur tubuh akibat jalan yang licin oleh tumpahan tanah.
Korban menerima bantuan tersebut setelah sebelumnya mendapatkan perawatan di Klinik PKO Muhammadiyah Cileungsi.
Selain biaya pengobatan, perusahaan juga memberikan uang kerohiman sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial akibat insiden yang terjadi di sekitar lokasi aktivitas urugan.
Perwakilan perusahaan Teddy menyampaikan komitmen untuk meningkatkan pengawasan dan memperbaiki prosedur aktivitas pengurugan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami turut prihatin atas insiden ini, dan kami berkomitmen menambah petugas pengawas serta alat kebersihan untuk memastikan tanah tidak kembali tercecer ke badan jalan,” ujar perwakilan tersebut.
Sejumlah warga mengapresiasi bantuan yang telah diberikan, namun tetap berharap adanya evaluasi terkait aktivitas proyek agar tidak menimbulkan dampak negatif ke depannya.
“Bantuan ini kami terima dengan baik, tapi kami tetap berharap pihak terkait melakukan pengawasan lebih ketat. Jalan sering licin kalau hujan, dan sangat membahayakan,” ungkap salah seorang warga.
Dengan adanya bantuan ini, warga dan korban berharap insiden kecelakaan tidak terulang lagi. Mereka meminta perusahaan dan dinas terkait memastikan standar keselamatan pada setiap aktivitas proyek yang melibatkan material tanah.
(Red)

Social Header
Berita