Berita

Breaking News

Diam Seribu Bahasa, Kades Sukawali Tak Respons Dugaan Masalah Proyek Betonisasi

Dok.foto : Gambar Ilustrasi, (Istimewa/suarapubliktvnews).


Kab.Tangerang,–Sikap tertutup ditunjukkan Pemerintah Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, terkait sorotan tajam atas proyek betonisasi jalan lingkungan di Kampung Cituis RT 01/01. Hingga berita lanjutan ini diterbitkan, Kepala Desa Sukawali tidak memberikan jawaban ataupun klarifikasi atas upaya konfirmasi yang disampaikan awak media melalui pesan WhatsApp.

Padahal, konfirmasi tersebut dikirimkan secara resmi untuk meminta penjelasan terkait sejumlah temuan lapangan yang mengindikasikan dugaan pelanggaran teknis dan minimnya transparansi dalam pelaksanaan proyek yang bersumber dari anggaran pemerintah tersebut.

Upaya konfirmasi dilakukan untuk menjaga prinsip keberimbangan pemberitaan. Namun, hingga batas waktu yang wajar, pesan yang dikirimkan kepada Kepala Desa Sukawali tidak direspons, meski pesan terindikasi telah terkirim dengan baik.

Sikap bungkam tersebut justru memperkuat tanda tanya publik atas proyek betonisasi yang kini menjadi sorotan warga dan aktivis.

Sebelumnya, hasil pantauan di lokasi menemukan sejumlah kejanggalan serius, di antaranya proses pengecoran beton tanpa papan bagesting yang memadai, bahkan beton menempel langsung ke tembok rumah warga. Selain itu, ketebalan beton di beberapa titik terlihat tidak seragam dan jauh dari kesan pekerjaan yang mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) teknis.

Tak hanya itu, proyek tersebut juga tidak dilengkapi papan informasi proyek (PIP), sehingga masyarakat tidak dapat mengetahui sumber anggaran, nilai proyek, pelaksana kegiatan, maupun jangka waktu pekerjaan. Kondisi ini dinilai bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik.

“Kalau tidak ada yang mau menjelaskan, wajar kalau publik menduga-duga. Proyek ini pakai uang rakyat, seharusnya terbuka, bukan malah diam,” ungkap salah seorang warga setempat.

Minimnya respons dari Kepala Desa juga dinilai sebagai cerminan lemahnya komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan proyek desa. Terlebih, proyek infrastruktur publik seharusnya terbuka terhadap pengawasan masyarakat dan media.

Aktivis Pantura, Yadi, menilai sikap diam tersebut sebagai sinyal buruk dalam tata kelola pemerintahan desa.

“Ketika dikonfirmasi secara resmi oleh media lalu tidak dijawab, itu menunjukkan ada persoalan serius. Jika tidak ada yang ditutup-tutupi, seharusnya dijelaskan secara terbuka,” tegasnya.

Ia mendesak Inspektorat Kabupaten Tangerang serta dinas teknis terkait untuk segera turun langsung ke lapangan, melakukan pemeriksaan fisik proyek, serta audit administrasi dan teknis secara menyeluruh.

Menurutnya, pembiaran terhadap proyek yang diduga bermasalah berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara dan berdampak langsung pada keselamatan serta kenyamanan warga.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Sukawali tetap belum memberikan tanggapan atau klarifikasi resmi. Awak media menyatakan tetap membuka ruang hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari aparat pengawasan internal pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memastikan proyek betonisasi tersebut tidak menyimpang dari aturan dan benar-benar dikerjakan sesuai perencanaan, bukan sekadar formalitas serapan anggaran.


(Nia)

© Copyright 2022 - suarapubliktvnews.com