![]() |
| Dok.foto : Diduga mobil Box berwarna hijau kendaraan pengangkut Gas non subsidi hasil suntikan dari gas Subsidi,Istimewa/suarapubliktvnews. |
CILEUNGSI,–Dugaan praktik penyuntikan gas subsidi 3 kilogram ke tabung 12 kilogram kembali mencuat dan memancing kemarahan warga. Aktivitas yang diduga kuat dilakukan jaringan mafia migas di wilayah Kampung Kirab dan Ex Garuda, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, disebut semakin berani dan terang-terangan, seolah kebal dari penindakan hukum.
Berdasarkan informasi dari sejumlah sumber warga, aktivitas ilegal tersebut diduga sudah berlangsung bertahun-tahun. Bahkan, beberapa warga menyebut ada satu sosok yang sering dikaitkan dengan pergerakan kelompok ini—seorang pria yang dikenal dengan julukan “si Gocap”. Nama itu diduga digunakan warga untuk merujuk pada salah satu koordinator lapangan yang kerap terlihat mengawasi keluar-masuknya tabung gas di lokasi tertentu.
“Orang-orang di sini sudah lama kenal dengan julukan itu. Kalau mobil box atau Carry losbak lewat, biasanya ada keterkaitan dengan si Gocap. Tapi kami tidak berani bicara banyak,” ungkap salah satu sumber warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Menurut informasi yang dihimpun, kendaraan-kendaraan tersebut diduga mengangkut tabung gas 12 kilogram yang telah diisi ulang menggunakan gas bersubsidi. Mobil box menjadi pilihan favorit karena lebih sulit dipantau dari luar.
Ironisnya, meski penindakan sudah berkali-kali dilakukan aparat mulai dari Polsek, Polres, Polda Jabar hingga Mabes Polri, aktivitas ilegal tersebut justru terlihat seperti tidak pernah benar-benar berhenti.
“Sama saja. Ada penggerebekan, berhenti sebentar, lalu jalan lagi. Wargapun bingung, kok bisa begitu?” kata sumber lain.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik yang semakin keras:
Bagaimana mungkin aktivitas penyuntikan gas masih tetap eksis di titik yang sama, sementara aparat sudah berulang kali turun tangan?
Dan mengapa nama-nama yang sering disebut warga termasuk sosok berjulukan si Gocap belum tersentuh proses pemeriksaan?
Selain merugikan negara dan konsumen, praktik penyuntikan gas tanpa standar keamanan resmi sangat berbahaya. Risiko ledakan dan kebakaran bisa terjadi kapan saja, mengancam rumah-rumah warga yang berada dekat lokasi aktivitas.
Masyarakat mendesak aparat melakukan tindakan lebih tegas, terukur, dan menyeluruh. Penindakan sesaat dinilai tidak cukup; yang dibutuhkan adalah pembongkaran total jaringan mafia, mulai dari operator lapangan hingga aktor yang diduga berada di balik kendali distribusi.
Warga berharap aparat menjadikan dugaan aktivitas jaringan “si Gocap” ini sebagai perhatian serius, sebelum terjadi insiden besar yang mengancam keselamatan warga.
(Red)

Social Header
Berita