Berita

Breaking News

Rilis Akhir Tahun 2025, Polda Banten Catat Penurunan Kejahatan dan Lonjakan Penyelesaian Perkara

Dok.foto : Sumber Humas 


Serang,–Kepolisian Daerah Banten memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025 melalui Press Release Akhir Tahun yang dipimpin langsung Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, Jumat (26/12/2025).

Dalam pemaparannya, Kapolda mengungkapkan bahwa tingkat kriminalitas di wilayah hukum Polda Banten berhasil ditekan hingga 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, rasio penyelesaian perkara justru melonjak hingga 21 persen, menunjukkan peningkatan efektivitas penegakan hukum.

“Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh jajaran, sinergi antarinstansi, serta dukungan dan peran aktif masyarakat,” kata Irjen Pol. Hengki.

Kapolda menjelaskan, wilayah Banten dihuni sekitar 8,04 juta jiwa, dengan kekuatan personel Polri sebanyak 7.843 anggota. Dengan kondisi tersebut, rasio pelayanan kepolisian berada pada angka 1 personel melayani 1.026 warga, atau sekitar 53 persen dari rasio ideal nasional. Meski demikian, Polda Banten menegaskan komitmen untuk tetap memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Sepanjang tahun 2025, gangguan kamtibmas tercatat 6.995 kasus, meningkat tipis 2 persen dibandingkan 2024. Namun demikian, tren positif terlihat pada penurunan kejahatan konvensional sebesar 1 persen dan kejahatan yang meresahkan masyarakat sebesar 2 persen.

Sementara itu, kejahatan transnasional mengalami peningkatan cukup signifikan hingga 23 persen, dengan dominasi kasus narkotika.

“Kejahatan lintas negara, khususnya narkoba, masih menjadi tantangan. Namun melalui patroli Presisi dan penguatan peran Bhabinkamtibmas, kejahatan jalanan dapat ditekan ", ujar Kapolda.

Di bidang penegakan hukum, Ditreskrimum Polda Banten menangani 2.294 perkara pidana sepanjang 2025, menurun 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 912 perkara berhasil diselesaikan, meningkat 21 persen.

Sementara Ditresnarkoba mencatat penanganan 805 kasus narkotika dengan total 1.085 tersangka. Barang bukti yang diamankan meliputi lebih dari 14 kilogram sabu, lebih dari 17 kilogram ganja, serta ribuan butir ekstasi dan obat keras.

Selain fokus pada penegakan hukum, Polda Banten juga aktif mendukung program strategis pemerintah. Pada sektor ketahanan pangan, dikelola lahan jagung seluas lebih dari 2.200 hektare, dengan hasil panen sekitar 2.863 ton yang telah diserap Bulog.

Di bidang pemenuhan gizi masyarakat, 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah dioperasikan dan menjangkau lebih dari 41 ribu penerima manfaat.

Sebagai bentuk transparansi, Polda Banten turut melakukan pemusnahan barang bukti, di antaranya 1,2 kilogram sabu, 12,1 kilogram ganja, serta 8.617 botol minuman keras ilegal.

Menutup rilis akhir tahun, Kapolda Banten mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kerja sama dengan kepolisian.

“Keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Kami akan terus bertransformasi menuju Polri Presisi demi terwujudnya Banten yang aman dan sejahtera,” tutup Irjen Pol. Hengki.


(Nia)

© Copyright 2022 - suarapubliktvnews.com