Berita

Breaking News

Diduga Tanpa PBG &:Abaikan K3,Proyek Kolam Renang–Padel di Cileungsi Disorot Warga

Dok.foto : proyek pembangunan Padel dan kolam renang diduga belum mengantongi Perizinan Bangunan dan Gedung (PBG).(Istimewa/suarapubliktvnews).

BOGOR|CILEUNGSI,–Pembangunan kawasan olahraga yang dilengkapi fasilitas kolam renang dan lapangan padel di Jalan Alternatif Cibubur, tepatnya di tikungan Jambrong, Kampung Cirumput RT 01/RW 02, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, menuai sorotan tajam dari warga sekitar.

Proyek yang telah berjalan hampir lima bulan itu diduga kuat belum mengantongi Perizinan Bangunan dan Gedung (PBG) serta disinyalir mengabaikan sejumlah ketentuan keselamatan kerja dan dampak lingkungan.

Salah seorang warga setempat mengungkapkan, hingga saat ini izin pembangunan disebut belum rampung, bahkan belum ada kejelasan legalitas di tingkat kabupaten.

“Setahu saya izin proyek ini belum selesai. Katanya baru sampai tingkat kecamatan, itu pun masih persetujuan awal. Tapi pembangunan sudah jalan terus,” ungkap warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Tak hanya soal izin, warga juga menyoroti ketiadaan papan informasi proyek, yang seharusnya menjadi kewajiban setiap kegiatan pembangunan. Padahal, berdasarkan pengamatan warga, luas kawasan proyek mencapai hampir 7.000 meter persegi dengan fasilitas kolam renang dan lapangan padel, serta melibatkan sedikitnya empat perusahaan, salah satunya disebut PT Tata Massa, dengan tiga perusahaan lain sebagai vendor atau subkontraktor.

Persoalan lain yang dinilai serius adalah dugaan pengabaian keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Warga menyebut, selama proses pembangunan, para pekerja tidak dilengkapi alat pelindung diri yang memadai.

“Kurang lebih ada 70 sampai 80 pekerja, tapi tidak ada yang pakai perlengkapan K3. Soal asuransi atau jaminan kecelakaan kerja juga kami ragukan,” ujar warga.

Ironisnya, para pekerja tersebut juga bukan berasal dari lingkungan sekitar, sehingga warga merasa hanya menerima dampak negatif berupa kebisingan dan gangguan aktivitas harian.

“Kami tidak dilibatkan sama sekali. Yang kami rasakan cuma bising, alat berat, pengeboran pondasi, tapi tidak ada manfaat langsung bagi warga,” tambahnya.

Warga juga mengungkap adanya aktivitas pengeboran air tanah hingga kedalaman sekitar 60 meter di dalam area proyek. Aktivitas ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait dampak lingkungan dan ketersediaan air bagi warga sekitar.

“Saya lihat sumur bor itu tidak ada meterannya. Izinnya juga kami ragukan. Kalau air tanah disedot terus, dampaknya ke warga bagaimana?” katanya.

Menurut informasi warga, proyek tersebut sempat mendapat inspeksi dari Satpol PP Kabupaten Bogor terkait dugaan perizinan, sekitar satu bulan sebelum pergantian tahun. Namun hingga kini, aktivitas pembangunan tetap berjalan.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar terkait fungsi pengawasan dan penegakan aturan oleh instansi terkait, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga dinas teknis di tingkat kabupaten.

Warga menegaskan, mereka tidak menolak pembangunan, namun menuntut agar seluruh proses dilakukan sesuai aturan dan memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar.

“Keinginan kami sederhana. Patuhi aturan, libatkan warga lingkungan, jangan hanya kami yang menanggung dampak,” tegasnya.

Dilokasi proyek, ditemui Baron yang mengaku dirinya sebagai petugas keamanan di proyek tersebut pihak pelaksana sedang tidak ada ditempat dan dirinya bisa mewakili dari bosnya/kontraktor.

"Kalau pelaksana kebetulan lagi gak ada, silahkan langsung sama saya aja ya", ujar Baron kepada wartawan saat dilokasi proyek.

Saat ditanyakan soal perizinan dan papan informasi PBG sebagai informasi keterbukaan publik, dirinya tidak dapat menjelaskan malah berbalik berbeda dengan apa yang di keluhkan oleh warga, bahwa menurut dirinya para pekerja ada warga sekitar.

"Udah jangan nanya izin, karna klo udah bertindak terlalu jauh, yang kerja hampir 70 persen orang sini semua,jadi sama aja ganggu kerjaan orang saya", terangnya.

"Nah kebenaran,air juga di suplai sama pak Dewan dari Mu'ad Khalim, kan dia punya perusahaan air. Jadi saya sama RT belanja ke dia",kata Baron.


(Red)


© Copyright 2022 - suarapubliktvnews.com