![]() |
| Dok.foto : Istimewa suarapubliktvnews. |
TANGERANG,–Peredaran obat keras golongan tramadol diduga semakin marak di wilayah pinggir Kali Hitam, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, seorang pria yang dikenal dengan nama “Kenken” disebut-sebut sebagai bagian dari kelompok yang diduga terlibat dalam aktivitas penjualan obat keras ilegal di kawasan tersebut.
Situasi semakin memanas setelah beredar sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi intimidasi dan ancaman terhadap wartawan maupun pihak luar yang masuk ke lokasi tersebut. Dalam video itu, pria yang diduga pelaku melontarkan kata-kata bernada ancaman dan kekerasan.
Berikut isi ucapan yang terdengar dalam video tersebut:
“Ada media? Langkahi dulu mayat saya.”
“Jangan macam-macam masuk wilayah orang.”
“Saya pukul kamu, patah leher kamu.”
“Mampus kamu di sini.”
“Pakai besi nih, jangan main-main.”
“Kamu culik orang-orang saya.”
“Gorok leher kamu.”
Ucapan tersebut sontak memicu keresahan masyarakat karena dinilai menunjukkan aksi premanisme dan dugaan intimidasi secara terang-terangan. Warga menilai aparat penegak hukum tidak boleh tinggal diam terhadap dugaan maraknya peredaran obat keras ilegal yang dibarengi ancaman kekerasan.
“Kalau benar ada penjualan tramadol ilegal dan sampai berani mengancam seperti itu, polisi harus segera bertindak. Jangan sampai masyarakat takut,” ujar salah satu warga sekitar.
Masyarakat mendesak aparat kepolisian, khususnya Polresta Tangerang, segera melakukan penyelidikan dan penindakan tegas terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam peredaran obat keras ilegal maupun aksi ancaman dalam video tersebut.
Selain merusak generasi muda, peredaran obat keras tanpa izin juga melanggar Undang-Undang Kesehatan dan dapat dikenakan sanksi pidana. Aparat diminta tidak memberi ruang bagi aksi premanisme yang diduga membekingi aktivitas ilegal di wilayah Sukadiri.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas pelaku dalam video maupun dugaan jaringan penjual obat keras tramadol di lokasi tersebut.(Nia)

Social Header
Berita