Berita

Breaking News

Pembatalan Proyek GOR Nambo Jaya Rp1,4 Miliar Tuai Sorotan, Transparansi Pengadaan Dipertanyakan

Dok foto : Gambar Ilustrasi 

TANGERANG,–Polemik proyek rehabilitasi GOR Nambo Jaya, Kota Tangerang, kembali menjadi perhatian publik. Proyek bernilai Rp1,4 miliar yang sebelumnya telah memasuki tahapan pelaksanaan itu diketahui batal dilanjutkan, meski papan proyek telah terpasang dan sebagian bangunan disebut sempat dilakukan pembongkaran awal.

Pantauan di lokasi memperlihatkan kondisi bangunan dalam keadaan belum selesai dibongkar, sementara aktivitas pekerjaan tidak terlihat berjalan. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan masyarakat terkait kejelasan status proyek dan kelanjutan pembangunan fasilitas olahraga milik pemerintah daerah tersebut.

Informasi yang beredar menyebutkan proyek rehabilitasi itu sebelumnya dikerjakan oleh PT Cisadane Makmur Bersama. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi secara rinci mengenai alasan penghentian maupun mekanisme pembatalan proyek tersebut.

Ketua Poros Tangerang Solid, Hilman Santosa, menilai Pemerintah Kota Tangerang perlu membuka secara transparan proses administrasi pengadaan proyek tersebut kepada publik. Menurutnya, apabila tahapan pengadaan sudah berjalan hingga penerbitan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) maupun penandatanganan kontrak, maka penghentian proyek harus memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Publik berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dalam proses proyek ini, terlebih pekerjaan disebut sudah mulai berjalan di lapangan,” ujar Hilman kepada wartawan.

Ia juga menyoroti adanya dugaan pengaruh pihak eksternal dalam polemik pengadaan proyek tersebut. Menurutnya, informasi mengenai adanya keberatan dari pihak di luar peserta pengadaan perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak memunculkan asumsi negatif di tengah masyarakat.

“Jangan sampai muncul kesan bahwa proses pengadaan pemerintah dapat dipengaruhi oleh tekanan pihak tertentu di luar mekanisme resmi,” katanya.

Hilman menilai, apabila proses pengadaan pemerintah mudah dipengaruhi oleh faktor nonteknis, kondisi itu dikhawatirkan dapat berdampak terhadap independensi birokrasi dan profesionalisme pelaksanaan proyek daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, sebelumnya disebut telah mengakui adanya persoalan administrasi atau dokumen dalam proses pengadaan proyek tersebut. Namun sampai saat ini belum ada penjelasan lebih lanjut terkait status kontrak, tindak lanjut pembangunan, maupun langkah penyelesaian atas kondisi bangunan yang sudah terlanjur dibongkar sebagian.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait potensi terbengkalainya aset daerah serta terganggunya fungsi fasilitas publik yang seharusnya dapat dimanfaatkan warga.

Sejumlah kalangan pun mendorong Pemerintah Kota Tangerang untuk segera memberikan penjelasan resmi secara terbuka terkait proses pengadaan, alasan pembatalan proyek, serta kepastian kelanjutan pembangunan GOR Nambo Jaya agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.(Nia)

© Copyright 2022 - suarapubliktvnews.com