Berita

Breaking News

Terapkan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, SMPN 5 Pasarkemis Genjot Literasi dan Numerasi Lewat Kegiatan Ko-Kurikuler

Dok.foto : Istimewa suarapubliktvnews 

TANGERANG – SMP Negeri 5 Pasarkemis terus berinovasi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Noor Hasanah, M.Pd., sekolah yang berlokasi di Jalan Kenari Raya, Pondok Sejahtera, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, tersebut menerapkan pendekatan ko-kurikuler melalui program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” (7KAIH).

Program tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan dasar peserta didik, khususnya dalam aspek literasi dan numerasi, sekaligus membentuk karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, religius, sehat, percaya diri, dan peduli terhadap lingkungan.

Kepala SMPN 5 Pasarkemis, Noor Hasanah, menjelaskan bahwa penerapan 7KAIH bukan sekadar kegiatan rutin mingguan. Program tersebut menjadi bagian dari pembiasaan yang dilakukan secara terstruktur dan berkesinambungan guna membentuk karakter siswa secara menyeluruh.

«“Kami ingin memastikan bahwa peningkatan literasi dan numerasi tidak hanya terjadi di dalam kelas saat pelajaran berlangsung, tetapi juga menjadi budaya sehari-hari siswa melalui kegiatan ko-kurikuler,” ujar Noor Hasanah saat ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini.»

Penerapan 7KAIH di SMPN 5 Pasarkemis dilaksanakan melalui berbagai kegiatan yang memiliki fokus berbeda setiap harinya, namun tetap saling berkaitan dalam membangun karakter dan kemampuan siswa.

Kegiatan diawali dengan upacara bendera. Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap simbol negara, kegiatan ini menjadi sarana menanamkan nilai nasionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap tata tertib kepada para siswa.

Selasa diisi dengan kegiatan senam pagi. Aktivitas fisik tersebut dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus membantu menciptakan kondisi siswa yang lebih siap mengikuti proses pembelajaran.

Rabu menjadi salah satu agenda utama dalam penguatan budaya literasi. Siswa didorong membaca buku nonpelajaran, menulis jurnal refleksi, hingga berdiskusi mengenai berbagai topik.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan memahami informasi, serta melatih daya pikir kritis dan kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat.

Pada Kamis, siswa diberikan ruang untuk menampilkan bakat, kreativitas, dan hasil pembelajaran mereka. Bentuknya dapat berupa presentasi proyek, karya seni maupun demonstrasi keterampilan.

Kegiatan ini diharapkan mampu membangun kepercayaan diri sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi dan keberanian siswa tampil di hadapan orang lain.

Setiap Jumat, kegiatan difokuskan pada penguatan nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Bagi siswa Muslim, kegiatan di antaranya berupa salat Duha bersama dan hafalan Asmaul Husna. Sementara bagi siswa Kristen, kegiatan diisi dengan ibadah pagi sesuai keyakinannya.

Setelah kegiatan keagamaan, seluruh warga sekolah mengikuti Jumat Bersih (Jumsih) dengan membersihkan lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut menjadi sarana menanamkan nilai gotong royong, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan.

Noor Hasanah mengatakan penerapan 7KAIH mulai memberikan dampak positif terhadap kebiasaan dan aktivitas siswa di lingkungan sekolah.

Menurutnya, siswa semakin terdorong untuk membaca, lebih percaya diri menyampaikan pendapat melalui kegiatan unjuk karya, serta memiliki kepedulian yang lebih tinggi terhadap kebersihan lingkungan sekolah.

“Literasi dan numerasi adalah fondasi. Dengan 7KAIH, kami berusaha membuat fondasi itu kuat melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus,” katanya.

Ia berharap penerapan program tersebut tidak hanya berdampak terhadap kemampuan akademik siswa, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki karakter kuat dan kepedulian sosial.

“Kami berharap lulusan SMPN 5 Pasarkemis tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan peduli terhadap lingkungan,” tambahnya.

SMPN 5 Pasarkemis berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan ko-kurikuler tersebut. Dukungan orang tua dan masyarakat sekitar juga dinilai penting agar pembiasaan positif yang dibangun di sekolah dapat berlanjut dalam kehidupan siswa di luar lingkungan pendidikan.

Melalui konsistensi pembiasaan tersebut, sekolah berharap dapat berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang memiliki kemampuan literasi dan numerasi yang baik, berkarakter, percaya diri, serta memiliki wawasan luas.(Nia)

© Copyright 2022 - suarapubliktvnews.com