Berita

Breaking News

LUMPUR TUMPAH DI JALAN CILEUNGSI–SETU, WARGA JADI KORBAN: PT STLI DITUNTUT BUKA TERANG SOAL KESELAMATAN ANGKUTAN

Dok.foto : Tumpahan limbah (Istimewa suarapubliktvnews).

BOGOR,–Truk pengangkut muatan milik PT Semesta Transportasi Limbah Indonesia (STLI) bernomor polisi H 9812 OW mengalami tumpahan muatan lumpur di Jalan Raya Cileungsi–Setu, tepatnya di RT 01/RW 01, Desa Pasir Angin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Peristiwa tersebut bukan sekadar persoalan muatan kendaraan yang tercecer di badan jalan. Insiden ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai keselamatan pengangkutan material, pengamanan muatan, hingga perlindungan terhadap masyarakat yang melintas di jalan umum.

Lebih memprihatinkan, seorang warga Desa Pasir Angin, Ibu Hanih, mengaku menjadi korban langsung tumpahan material tersebut. Saat kejadian, Hanih sedang berjalan kaki untuk pergi mengaji. Namun, tiba-tiba tubuhnya terkena guyuran lumpur hingga dari kepala sampai bagian bawah tubuh.

«“Semua badan saya kena guyuran lumpur dari kepala sampai ke bawah badan saya, sampai masuk ke mulut saya,” ujar Hanih.»

Usai kejadian, korban mengaku langsung pulang dan membersihkan tubuhnya berulang kali. Namun, bau material disebut masih terasa menyengat.

«“Mau pergi ngaji, jalan, terus tiba-tiba kena limbah. Makanya Ema langsung pulang mandi. Tapi badan ini masih terasa bau,” tambahnya.»

Hanih juga mengaku merasa kaget dan takut akibat kejadian tersebut.

«“Emak juga merasa kaget dan takut. Katanya sih mau ada uang sabun dari perusahaan,” pungkasnya.»

Seorang warga yang mengaku melihat kejadian, Adi, mengatakan kendaraan tersebut sempat melanjutkan perjalanan setelah insiden tumpahan terjadi. Warga kemudian melakukan pengejaran hingga ke kawasan pintu gerbang Matland.

«“Mobilnya sempat kabur dan makanya kita kejar sampai pintu gerbang Matland,” kata Adi.»

Keterangan tersebut menjadi bagian yang perlu mendapat penjelasan dari pihak perusahaan, terutama mengenai tindakan pengemudi setelah mengetahui adanya tumpahan material dan adanya warga yang terdampak.

Informasi awal menyebutkan, tumpahan terjadi setelah pengemudi bernama Nelson melakukan pengereman mendadak karena berupaya menghindari kendaraan pribadi yang menyalip.

Namun, alasan tersebut masih merupakan keterangan awal dan belum diverifikasi secara independen oleh redaksi.

Yang menjadi pertanyaan publik adalah: mengapa pengereman mendadak dapat menyebabkan material yang diangkut sampai tumpah ke jalan dan mengenai warga?

Apakah muatan sudah diamankan sesuai prosedur?

Apakah kendaraan laik digunakan untuk membawa material tersebut?

Apakah bak atau penutup muatan memenuhi standar keselamatan?

Dan setelah material tumpah, apakah pengemudi langsung mengambil tindakan pengamanan terhadap pengguna jalan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak bisa berhenti pada alasan “rem mendadak”. Sebab, ketika kendaraan pengangkut material melintas di jalan umum, keselamatan pengguna jalan dan masyarakat sekitar juga menjadi bagian yang harus diperhatikan.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Cileungsi kemudian melakukan pembersihan terhadap material yang tercecer di badan jalan.

Petugas menyebut pembersihan dilakukan menggunakan penyemprotan air yang dicampur deterjen untuk mengurangi bau dan kondisi licin.

«“Dilakukan penyemprotan menggunakan air deterjen guna menghindari bau dan licin,” ujar petugas Damkar.»

Artinya, tumpahan tersebut bukan hanya persoalan estetika jalan. Material yang tercecer membutuhkan penanganan agar tidak mengganggu keselamatan lalu lintas maupun masyarakat yang melintas.

Seorang pengurus transportasi PT STLI yang meminta identitasnya tidak disebutkan membenarkan bahwa muatan tersebut berasal dari wilayah Purwakarta dan rencananya dibawa menuju PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) di Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

«“Dari Purwakarta mau dibawa ke PT PPLI Bogor,” katanya.»

Namun, sampai berita ini diterbitkan, redaksi belum mendapatkan penjelasan resmi dan lengkap dari pihak perusahaan mengenai jenis material, karakteristik material, dokumen pengangkutan, serta prosedur keselamatan yang diterapkan terhadap kendaraan tersebut.

Keterangan bahwa material tersebut merupakan limbah non-B3 juga masih berdasarkan informasi dari pihak pengangkut dan belum diverifikasi secara independen oleh redaksi.

Insiden ini semestinya tidak selesai hanya karena jalan telah dibersihkan.

Publik membutuhkan penjelasan mengenai bagaimana material dapat tumpah, bagaimana pengamanan muatan dilakukan sebelum kendaraan berangkat, bagaimana standar keselamatan pengangkutan diterapkan, serta bagaimana perusahaan menangani warga yang terdampak langsung.

Terlebih terdapat pengakuan seorang warga yang menyebut tubuhnya terkena material hingga masuk ke mulut.

Jika memang material tersebut dikategorikan sebagai limbah non-B3, maka dokumen dan dasar klasifikasinya perlu dijelaskan secara terbuka, bukan sekadar disampaikan secara lisan.

Begitu pula jika seluruh prosedur pengangkutan telah dijalankan sesuai ketentuan, perusahaan memiliki ruang untuk menunjukkan dan menjelaskan hal tersebut kepada publik.

Jalan raya bukan ruang tertutup milik perusahaan. Di sana ada masyarakat, pengendara, pejalan kaki, anak-anak, dan pengguna jalan lainnya. Ketika material yang diangkut perusahaan tumpah dan mengenai warga, maka aspek keselamatan publik patut menjadi perhatian utama.

Redaksi SUARA PUBLIK TV NEWS menegaskan bahwa pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan bahwa perusahaan telah melakukan pelanggaran tertentu.

Namun, fakta adanya tumpahan material di jalan umum dan adanya warga yang mengaku terdampak merupakan peristiwa yang layak mendapatkan penjelasan.

Redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari PT STLI mengenai jenis dan karakteristik material, dokumen pengangkutan, standar pengamanan muatan, kondisi kendaraan, tindakan pengemudi setelah kejadian, maupun bentuk penanganan terhadap warga yang terdampak.

PT STLI, pengemudi, PT PPLI, maupun pihak terkait lainnya dipersilakan memberikan hak jawab dan klarifikasi secara resmi kepada redaksi.

Publik menunggu satu hal sederhana: apa sebenarnya yang diangkut, bagaimana material itu bisa tumpah, dan siapa yang bertanggung jawab memastikan kejadian serupa tidak kembali membahayakan masyarakat?


(Red)

© Copyright 2022 - suarapubliktvnews.com